Laman

search here

Senin, 12 September 2011

Info dan prestasi real madrid

Real Madrid Berdiri: 1902
Alamat: C/ Concha Espina, 1 Spain
Telepon: (+34) 91 398 43 00 -
Surat Elektronik: mensajes@realmadrid.com
Laman Resmi: http://www.realmadrid.com
Ketua: Florentino Pérez
Direktur: Miguel Pardeza
Stadion: Santiago Bernabéu, Madrid
Sejarah Singkat
Klub Spanyol paling sukses ini boleh berbangga dengan berbagai gelar yang pernah diraihnya. Terbanyak menjuarai Primera Liga Spanyol, koleksi sembilan gelar Real Madrid di Liga Champions juga belum tertandingi klub manapun. Jika Madrid di era modern identik dengan Los Galacticos, klub ibukota Spanyol ini ternyata berdiri setelah terinspirasi kaum cendekiawan. Beberapa profesor dan mahasiswa asal Inggris memperkenalkan sepakbola dan Football Club Sky pun berdiri sebagai cikal bakal klub pada 1897. Tiga tahun berselang, klub terpecah menjadi Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Pada 1902, klub terakhir pecah lagi dan berdirilah Madrid Football Club, yang meraih gelar Copa del Rey 1905 dan turut mendirikan federasi sepakbola Spanyol pada 1909. Barulah pada 1920, klub menggunakan nama Real Madrid yang disematkan Raja Alfonso XIII.

Pada 1929, Madrid ikut memulai liga sepakbola Spanyol bersama sembilan klub lain. Hingga saat ini, bersama Barcelona dan Athletic Bilbao, Los Blancos menjadi klub yang tak pernah terdegradasi dari Primera Liga. Madrid memenangi gelar liga untuk kali pertama pada musim 1931/32. Pada periode ini, Madrid dipimpin presiden Santiago Bernabeu Yeste, yang membangun kembali stadion klub dan Ciudad Deportiva setelah rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Awal 1953, Bernabeu mencetuskan ide menggunakan pemain berkelas dunia dari luar negeri. Penyerang kenamaan Argentina, Alfredo di Stefano, didatangkan. Sejarah pun mencatat kejayaan Madrid di Piala Champions sejak kali pertama digulirkan 1956. Madrid menjadi yang terbaik di Eropa selama lima edisi berturut-turut. Gelar keenam sukses diraih pada 1966.

Kejayaan juga terjadi di kancah domestik. Madrid tak tertahankan dengan menjuarai liga delapan kali pada periode 1960-an. Madrid mampu menjaga tradisi menjuarai liga pada setiap dasawarsa hingga terakhir kali melakukannya musim 2007/08. Pada 1980-an, bersama kuintet La Quinta del Buitre; yakni Emilio Butragueno, Manuel Sanchis, Martin Vazquez, Michel, dan Miguel Pardeza; Madrid lima kali berturut-turut menjuarai liga antara 1986 hingga 1990. Namun, mereka harus menunggu lama untuk melanjutkan kejayaan di Eropa. Baru pada 1997/98, 32 tahun setelah gelar terakhir, Madrid sukses menambah koleksi Liga Champions.

Pada dasawarsa 2000-an, kebijakan mengumpulkan pemain bintang, seperti yang pernah dilakukan Bernabeu, dilanjutkan presiden Florentino Perez. Pro dan kontra lahir, tapi Los Merengues tetap akan dikenal sebagai klub para pemain bintang.
Catatan Prestasi
9 kali juara Piala Eropa / Liga Champions (1955/56, 1956/57, 1957/58, 1958/59, 1959/60, 1965/66, 1997/98, 1999/2000, 2001/02)

3 kali juara Intercontinental / Piala Dunia Antarklub (1960, 1998, 2002)

2 kali juara Piala UEFA (1984/85, 1985/86)

1 kali juara Piala Super Eropa (2002)

31 kali juara Primera Liga (1931/32, 1932/33, 1953/54, 1954/55, 1956/57, 1957/58, 1960/61, 1961/62, 1962/63, 1963/64, 1964/65, 1966/67, 1967/68, 1968/69, 1971/72, 1974/75, 1975/76, 1977/78, 1978/79, 1979/80, 1985/86, 1986/87, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 1994/95, 1996/97, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08)

18 kali juara Copa del Rey (1904/05, 1905/06, 1906/07, 1907/08, 1916/17, 1933/34, 1935/36, 1945/46, 1946/47, 1961/62, 1969/70, 1973/74, 1974/75, 1979/80, 1981/82, 1988/89, 1992/93, 2010/11)

1 kali juara Copa de la Liga (1984/85)

9 kali juara Piala Super Spanyol termasuk Copa Eva Duarte (1947, 1988, 1989, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008)

Selasa, 23 Agustus 2011

Milan jinakkan Juventus

AC Milan berhak meraih gelar Trofeo Berlusconi setelah dua gol spektakuler yang disarangkan oleh Kevin-Prince Boateng dan gelandang veteran asal Belanda, Clarence Seedorf, saat mengalahkan Juventus dengan skor tipis 2-1, Minggu (21/8).
Pertandingan yang tidak masuk agenda resmi itu merupakan tradisi bagi kedua tim sebelum menyambut perhelatan Serie A, di mana gelandang Andrea Pirlo untuk kali pertama kembali menginjakkan kaki di San Siro, setelah 10 tahun memperkuat Rossoneri.
Dalam pertandingan ini kubu tuan rumah hanya menurunkan striker Antonio Cassano, setelah Alexandre Pato dan Robinho baru saja kembali dari Brazil pada Selasa waktu setempat, sementara Zlatan Ibrahimovic, Pippo Inzaghi serta El Shaarawy absen karena cedera.
Laga baru berjalan sembilan menit gawang Juventus yang dikawal oleh kiper kawakan, Gianluigi Buffon, digetarkan oleh tendangan setengah voli yang dilepaskan oleh Kevin Prince Boateng setelah menerima umpan jauh Ignazio Abate dari sisi kanan.
Clarence Seedorf menjadikan keunggulan untuk Milan saat eksekusi tendangan bebas kaki kanannya dengan mulus mengarah ke arah tiang jauh tanpa dapat diselamatkan oleh Buffon.
Juventus baru bisa memperkecil ketertinggalan di menit ke-57, saat Alessandro Del Piero mengirimkan umpan kepada Mirko Vucinic dan tendangannya dari sudut sempit tidak dapat dijangkau oleh Christian Abbiati.
Susunan pemain:
Milan: Abbiati; Abate (Oddo 89), Nesta (Rodrigo 57), Bonera, Taiwo (Zambrotta 48); Gattuso (K Boateng 66), Ambrosini, Seedorf (Antonini 85); Emanuelson, K-P Boateng (Flamini 30); Cassano
Juventus: Buffon; Lichtsteiner, Barzagli, Chiellini, De Ceglie (Ziegler 85); Pirlo, Marchisio (Pazienza 73); Krasic (Quagliarella 85), Vucinic, Matri (Del Piero 43), Vidal (Pasquato 54)

Indonesia siap hadapi Yordania

Tim nasional Indonesia mengumumkan 23 nama pemain yang akan dibawa untuk menghadapi Yordania dalam laga ujicoba di Amman pada 27 Agustus mendatang.

Seperti dikabarkan dari juru bicara tim nasional Indonesia Desy Christina, di dalam daftar 23 nama yang telah diumumkan tersebut, nama Boaz Solossa tidak masuk ke dalam daftar.

Menghilangnya nama Boaz, disinyalir sebagai buntut kepulangannya ke Papua sebelum laga ujicoba melawan Palestina di Stadion Manahan, Solo, kemarin malam. Selain Boaz, nama Ian Kabes juga tidak terlihat di dalam daftar.

Sementara itu dari 23 nama yang akan dibawa ke Yordania, striker Bambang Pamungkas yang sempat membobol gawang Palestina masih dijadikan andalan. Selain itu masih ada lagi nama Christian Gonzales dan Irfan Bachdim.

Bagi Indonesia, ujicoba melawan Yordania ini menjadi rangkaian persiapan terakhir sebelum menghadapi Iran. Iran akan menjadi lawan perdana skuad Merah Putih pada penyisihan grup E Pra Piala Dunia 2014 zona Asia pada 2 September mendatang.

Selepas dari Yordania, Indonesia akan melanjutkan perjalannya ke Iran. Lalu empat hari kemudian, Indonesia akan tampil di Tanah Air untuk menjamu Bahrain.

Skuad:

1) Markus H
2) M. Roby
3) Ferry R
4) M. Ilham
5) Hamka H.
6) M. Nasuha
7) Arif S.
8) Zulkifly S.
9) Tony S.
10) Beny W.
11)Wahyu W.
12) Irfan B.
13) C. Gonzales
14) Eka R.
15) Okto
16) Supardi
17) M.Ridwan
18) Bambang P.
19) Firman U.
20)Ferdinand S.
21) Made W.
22) Hariono
23) Amrizal

Keppres Van Dijk Cs Belum Juga Turun

Proses naturalisasi enam pemain belum terang kapan rampung. Hingga saat ini Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberian kewarganegaraan kepada mereka belum juga turun.

Demikian, empat pemain keturunan asal belanda Tonnie Cussel, Stefano Lilipaly, John van Beukering, Sergio van Dijk, serta dua pemain Nigeria di kompetisi Indonesia Super League, Victor Igbonefo dan Greg Nwokolo belum bisa dipanggil untuk mengisi atau menjalani seleksi skuad Merah-Putih.

Sebelumnya, PSSI memutuskan tidak akan lagi menjemput bola menaturalisasi pemain. Federasi pimpinan Djohar Arifin Husin ini menilai program naturalisasi harus dihentikan agar fokus kepada pembinaan.

Enam nama yang sebelumnya diproses oleh PSSI era Nurdin Halid tersebut merupakan yang terakhir menjalani proses perpindahan kewarganegaraan. Namun, Djohar mengatakan jika proses naturalisasi, yang diperkirakan selesai sebelum Lebaran ini rampung, para pemain itu tidak akan otomatis mengisi skuad Merah-Putih, karena tergantung kebutuhan pelatih. Selain itu PSSI juga tidak menjanjikan kompensasi khusus terhadap mereka.

Mantan Deputi Bidang Teknik Badan Tim Nasional, Iman Arif yang menjadi motor proyek ini, menegaskan Keppres naturalisasi mereka belum turun. Namun sebelumnya, dia berjanji akan menyelesaikan proses tersebut sebagai tanggung jawab moral kepada pemain dan lembaga negara yang terkait dalam proses ini, seperti DPR dan Presiden. Sekadar diketahui surat permohonan pertimbangan kewarganegaraan enam pemain ini, dari presiden ke DPR, sudah dikeluarkan pada 5 Juli lalu.

Hingga kini, Indonesia sudah memiliki empat pemain naturalisasi, yaitu Kim Jefrey Kurniawan, Cristian Gonzales, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels. Satu pemain lain yaitu Joey Suk sebenarnya juga sudah rampung prosesnya, namun pemain yang diajukan Kemenpora satu berkas dengan Ruben dan Michiels ini belum juga mengambil sumpah sebagai WNI. Menurut Iman, Joey Suk direncanakan datang ke Jakarta sebelum Lebaran. “Joey Suk datang sebelum lebaran,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Van Dijk tak sabar


Sergio van Dijk mungkin salah satu pemain yang paling antusias membela Garuda. Melalui Twitter, pemain Adelaide United ini mengaku tidak sabar segera berjersey Merah-Putih.

Top Skor Liga Australia musim lalu ini mengaku selalu menyaksikan laga Firman Utina dkk dari siaran streaming internet, saat timnas menghadapi Turkmenistan, akhir Juli lalu dan Palestina Senin kemarin.

“Oooh, saya tidak sabar bermain untuk Timnas, saat melihat mereka bertanding,” kicau Van Dijk.

Di kesempatan sebelumnya, Van Dijk menyampaikan harapan agar proses naturalisasinya segera selesai. “Tidak sabar bermain untuk Timnas, saya optimistis itu segera terwujud.Yang penting semuanya tetap berpikir positif,” harap pemain kelahiran 1982 yang terkesan dengan suporter Indonesia ini. 

Timnas senior masih banyak kekurangan

Hasil kurang memuaskan diterima Timnas senior Indonesia kala melakoni laga ujicoba melawan Timnas U-23 Indonesia. Bermain di Stadion Manahan Solo, Kamis (18/8), tim yang dipersiapkan untuk Pra-Piala Dunia 2014 itu dipaksa bermain imbang 1-1.

Hasil tersebut menggambarkan jelas bagaimana permainan Bambang Pamungkas cs sepanjang laga. Lini belakang yang rapuh serta penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadi pe-er besar yang mesti dibenahi di kemudian hari.

Pelatih timnas, Wim Rijsbergen pun tak ragu mengakui kelemahan timnya. "Kesalahan yang kami buat di pertandingan ini bukan di sektor fisik, ini murni karena kurang koordinasi antar pemain," tegas Wim.

Selain secara tegas mengakui kekurangan timnya, Wim pun secara bijaksana mengapresiasi positif performa timnas U-23. Bahkan, menurut Wim, ada beberapa pemain yang masuk kategori sempurna dan layak dipromosikan ke timnas senior.

"Saya melihat beberapa yang istimewa di U-23. Namun untuk mengambil mereka masuk skuad senior atau tidak belum saya putuskan," terang Wim